Kenikmatan itu begitu memabukkan, membuatnya ketagihan
Ughh…penis anak itu kembali menancap menyumbat jalan di mana bayi-bayi Niken akan lahir kelak. Gatal nikmat menjalar cepat menyengat selangkangannya akibat ujung sengat Alfi yang masih berkulup penuh.
“Bu….”
“Egg?”
“boleh ya bu, kali ini … Alfi masukan semua titit Alfi kepunya ibu?”
Niken telah menduga sejak awal kalau akhirnya anak ini akan meminta hal itu juga.
“Jangan fii …, Alfi kan sudah janji . tidak akan melakukan lebih dari hanya sebatas petting..”
Dengan akal sehatnya Niken masih berusaha mengendalikan hasrat pada dirinya yang juga menggelora. Niken bukan tidak tahu resiko permainan apinya dengan Alfi .
Hanya tinggal satu langkah lagi ia dan Alfi akan melakukan apa yang hanya boleh ia lakukan dengan Donie sebagai suaminya yang sah kelak. Apabila ini terjadi ia tak bisa mundur lagi ke belakang menjelang pernikahan dengan tunangannya dua bulan lagi.
Bagaimana jadinya kalau Donie mempermasalahkan keperawanannya di malam pertama mereka nantinya. Tidak semua laki-laki seperti Didit yang mau menerima wanita yang sudah tidak suci lagi sebagai istrinya
“Alfi ngga mau ingkar janji sama ibu, tapi…kalau ibu ijinkan meski hanya sekali ini saja Alfi ingin menjadi laki-laki pertama yang ngentot sama ibu, dibunuh sama pak Donie pun Alfi rela demi cinta Alfi sama ibu”
Niken nyaris tertawa mendengar celoteh dan rayuan anak itu. Rengekan seorang bocah polos. Mekipun dalam hatinya ia mengakui kejantanan Alfi. Namun ada beberapa hal yang membuat dirinya tidak dapat mengabulkan keinginan Alfi. Baginya Petting sudah merupakan tahap terakhir yang dapat ia berikan untuk anak itu. Alfi merasa kecewa ia tahu ia tak mungkin memaksa Niken. Ia maklum Niken pasti tidak mau menyerahkan keperawanannya. Namun Ia sudah bersukur Niken mau meladeninya hingga pada tahap ini. Alfi masih menindih tubuh sintal guru cantiknya itu Ia terus menerus memberikan rangsangan terhadap tubuh Niken, mulutnya menghisap kuat puting sebelah kiri payudara putih Niken karena ia tahu yang kirilah yang paling sensitif. Sementara kepala penisnya tetap bergerak keluar masuk dalam kelopak vagina wanita itu, ini adalah posisi paling di sukai Sandra dan kedua temannya, demikian pula dengan Niken. Ia merasakan kenikmatan ganda. Hanya Alfi yang bisa melakukan persetubuhan sambil menetek berbarengan secara sempurna. Karena usianya masih di bawah umur sehingga tubuhnya yang jauh lebih pendek dari wanita dewasa bertubuh setinggi Niken. Hal itu memungkinkan ia mendapat posisi yang ideal. Hampir satu jam lamanya ia melakukannya. Entah kenapa Alfi tak kunjung ejakulasi padahal Niken sudah empat kali memperoleh orgasme. Semakin lama vaginanya semakin sensitif terhadap rangsangan. Bahkan orgasme yang terakhir barusan nyaris membuat air kecingnya ikut memancar keluar bersama cairan cintanya. Rasanya ia tak mampu terus menerus melawan kemesraan yang diberikan Alfi padanya
“fiii……masuk..kan…semuaaa, ibuuu tak tahann lagiii ohhhh…” akhirnya Niken berbisik demikian ke telinga Alfi
Alfi bukan main terkejut namun gembira mendengar penyerahan terakhir wanitanya itu, sungguh ia tak menyangka akhirnya gurunya mengijinkannya melakukan penetrasi penuh ke liang senggamanya yang masih perawan.
“ughhh buuu.… Alfi entot ibu sekarang ya?” ujar bocah itu lirih
“Iya fii..iya.. milikii ibuu sayangg!!!! Ohhh!!” rintih wanita itu. Tak ada rasa malu yang tersisa
Niken sudah tak peduli lagi terhadap statusnya sebagai seorang pendidik atau sebagai calon istri Donie ….bahkan… pada kehormatannya yang bakal terengut. Birahinya sudah sampai pada titik puncak Kini ia hanya butuh penuntasan dari sang murid yang sedang menggumulinya. Tak membuang waktu Alfi mendekap tubuh sintal sang ibu guru yang cantik itu. Mulutnya menyergap kembali putting sebelah kiri Niken. Melumatnya untuk meningkatkan rasa nikmat bagi wanitanya sebelum penyatuan itu terlaksana. Petting yang mereka lakukan sejak tadi sebenarnya sudah nyaris merobek selaput dara wanita itu.
Hingga tak terlalu sukar bagi penis Alfi melakukan penetrasi total. Alfi menurunkan pinggulnya dan dengan satu hentakan lembut kewanitaan Niken merengang dan terkoyak
“Awww.. Fiiiii….Sakiiiiiiiit!!!” pekik Niken lirih perih saat selaput daranya robek, jemarinya mencengram pinggul Alfi.
Penis bocah itu terus mendesak masuk perlahan menjamahi semua keindahan yang sudah sekian lama didambakannya di dalam sana hingga akhirnya berhenti setelah ujungnya yang berkulup menyentuh dasar liang cinta itu. Untuk kesekian kalinya bocah ini berhasil merengut keperawanan seorang wanita dewasa yang juga cantik dan menggiurkan tak kalah dari wanita-wanita sebelumnya. Darah keperawanan wanita itu meleleh membasahi serey putih di bawahnya. Penantian Alfi selama ini telah menjadi kenyataan, kini sang ibu guru yang cantik sudah menyerah secara utuh dalam dekapan eratnya.
Kulit Niken yang halus lembut bersentuhan tanpa penghalang dan batas apapun dengan tubuh kasar Alfi. Kemaluan mereka bertaut erat menyatu dengan sempurna seakan penis Alfi memang tercipta bagi vagina Niken begitupun sebaliknya. Alfi merasakan nikmat dalam liang perawan ketat yang itu berdenyut melumat seluruh batang penisnya
“Ougghhh..Fiii…pelann pelannn…”
Niken mulai merasakan sengatan nikmat melanda selangkangannya meski sakit masih ia rasakan. Tak ingin wanitanya mengeluh, Alfi mengocok lembut daging kejantanannya.
Ditariknya sedikit sejauh satu senti menghujam lagi perlahan hingga menyentuh dasar rahim lalu dua detik ditahannya di sana. Berulang-ulang ia ulangi gerakan itu
“Ouhh…uuu..Fiii”
Niken mengangkat pinggulnya bila titit Alfi ditarik keluar, begitupun bila penis Alfi menekan masuk, ia mengikuti arah gerakannya. Vaginanya begitu penuh sesak oleh daging cinta hitam milik Alfi. Gatal dan nikmat makin tak tertahankan. Ketika orgasmenya datang Niken pun terpekik
“Fiiiiiiiiii!!!!!!!!……Oughhhhh……”
Wanita itu mempererat dekapannya. Kedua kakinya melingkar dipinggul Alfi dan menekannya. Ini orgasme Niken yang pertama hasil persetubuhan secara penuh dengan Alfi. Bola mata Niken lenyap hanya tinggal putihnya. Cairan cintanya memancar deras, sungguh tak terkira nikmatnya, jauh lebih nikmat dari sebelumnya, bahkan berjuta kali jauh lebih nikmat dari petting barusan. Alfi tahu apa yang harus ia lakukan saat itu,
Ia berusaha menambah sensasi kenikmatan orgasme bagi Niken. Sambil bertahan ketika vagina Niken berkontaksi melumat penisnya, ditekannya benda itu sedalam dan selama mungkin pada kemaluan wanita itu. Lalu dikerahkannya kekuatan otot kemaluannya untuk membuat denyutan-denyutan berirama dan keras, nampaknya ia berhasil. Vagina Niken masih terus menghisap penisnya hingga satu menit.
“Buuu….Nikennn…enaakkkkkk!!”Alfipun terpekik dalam sensasi nikmat.
Alfi menggigil menahan nikmat namun ia tak mau berakhir secepat itu. Spermanya seakan ingin meledakan di ujung penisnya namun masih dapat ia pertahankan sekuat tenaga.
Alfi tetap mengocok penisnya kali ini secara cepat. Niken terkejut gerakan Alfi kali ini membuatnya begitu cepat melambung
“Ohh.. Alfiiii… kamu kuat sekaliiiii”
Nampaknya sesi kali ini tidak berlangsung lama, baik Alfi maupun Niken tak mampu lagi bertahan.
“Bu Niken sayaaang…Alfiii sudah mau keluaarrr!!”
Niken mengeratkan jepitan kakinya pada pinggul Alfi mencegah anak itu untuk mencabut penisnya. Segera hanya hitungan detik, orgasme dasyat melanda keduanya. Seketika itu juga Alfi menekan tititnya secara penuh dan membentur mulut rahim Niken
“arrrggghhhhh…Fiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” jerit Niken
Vagina indah Niken berkontraksi hebat melumat tiap senti daging penis Alfi, menghisapnya dengan segenap cinta dan kepasrahan. Alfi pun mendekap erat pujaannya.
“Ouggghhhhh..Buuuuu!!!!!!..Alfi keluarrrrrr!!!!” pekiknya merasakan kenikmatan yang datang jauh lebih dasyat dari pada sebelumnya.
Nampaknya kali ini Alfi tak mampu bertahan lagi. Pertahannya runtuh oleh nikmatnya lumatan dasyat vagina Niken sungguh membuat kejantannya tak berdaya. Penis anak itu berdenyut denyut kencang, air mani yang tersimpan dalam testisnya selama hampir satu jam ini tak tertahankan meletup dari ujung kepundannya dan memancar deras pada tiap denyutannya. Denyutan yang menghentak berulang-ulang jauh lebih dering dan keras dari biasanya, Alfi seakan-akan ingin mengosongkan seluruh isi testisnya ke dalam rahim pujaan hatinya itu. Orgasme dasyat itu berlangsung sekitar satu setengah menit namun bagi Niken dan Alfi bagaikan satu abad lamanya. Setelah orgasme Niken mereda dan kesadaran kembali pulih, ia berusaha mengatur napasnya. Penis Alfi pun masih menancap ketat.
“Uhh..Fiii…cabut duluu sayanggg” pinta Niken lirih ketika ia rasakan kewanitaanya agak ngilu.
Alfi mencabut perlahan meski ia masih ingin berlama-lama di dalam situ.
“Plokk…” saat benda itu terlepas sebagian sperma Alfi tumpah ke seprey. Niken memperhatikan bercak-bercak darah yang bercampur lendir putih menempel pada penis Alfi. Secara naluriah ia tahu kewanitaannya pasti telah robek direngut oleh bocah itu.
Di kamar dan di tempat tidur ini dulu Sandra menyerahkan kesuciannya pada Alfi dan kini iapun mengalami hal yang sama. Anak itu telah mengambil apa yang menjadi hak Donie calon suaminya. Alfi mengecup pipi Niken, anak itu tak dapat menyembunyikan kebahagianya, apa yang diidamkannya menjadi kenyataan sudah.
“Ma kasih ya bu, sudah ngebolehin Alfi begituan sama ibu. Alfi sayang banget sama ibu…Alfi cinta ibu….”
“Kamu bocah nakal… kamu tahu kamu telah menodai ibu gurumu sendiri”
“Alfi ngga peduli , Alfi mencintai ibu walau Ibu telah menikahi pak Donie nantinya”
“Setelah apa yang engkau lakukan apakah kamu masih memanggilku ibu?”
“biarlah Alfi tetap memanggil ibu”
“Bu..tadi Alfi muncratnya banyak, punya ibu enak sekali”
Sesaat Niken merasakan batang kemaluan Alfi kembali mengeras pada mulut vaginanya
“Anak nakal … kamu belum puas juga”
“Alfi pingin lagi bu.. alfi pingin ngentot ibu lagi”
Niken merasakan kasih sayang tak terbatas tercurah dari bocah itu. Tenaga Alfi bagai tak ada habisnya. Entah ia tak tahu apakah ia telah jatuh cinta pada anak itu atau tidak. Alfi telah mempersembahkan keindahan ragawi padanya dan membuat dirinya merasa nyaman dalam dekapan gurunya yang cantik.
Selama dua hari Alfi dan Niken tidak datang ke sekolah, persetubuhan terjadi berulang-ulang. Niken yang lembut dan sopan kini sudah ketagihan akan seks, ia tak peduli akan statusnya seorang guru bagi Alfi. Yang jelas baginya justru Alfi adalah guru yang mahir baginya dalam urusan ranjang. Ia bahkan tak menolak Alfi memintanya melakukan oral.
Tak ada rasa jijik mengemuti penis bocah itu dengan mulutnya. Bahkan ia sangat menikmati dan menyukainya. Hingga pada esok sorenya ketika mereka baru menyelesaikan persetubuhan selama 3 jam. Saat jeda istirahat itu itu Alfi masih dalam keadaan memeluk dan menindih tubuh cantik wanitanya sambil sesekali mencucupi putting-putting payudaranya. Tiba-tiba Alfi bertanya
“Bu.. Ibu maukan punya bayi dari Alfi?”
“A..paa..Fiii?” Niken terkejut atas pertanyaan Alfi yang aneh.
“ibu kan sudah dapet benihnya Alfi, pastikan nanti Alfi punya bayi dari ibu”
“Ngga mungkin fii, ibu kan akan menjadi istrinya pak Doni dua bulan lagi”
“iya deh Alfi ngalah sama pak Doni…”
Meski pembicaran singkat itu tak dianggap serius bagi Alfi namun Niken seakan baru tersadar akan apa yang telah terjadi. Niken tercenung mendengar ucapan Alfi barusan. Selama dua hari ini Ia dan Alfi melakukan hubungan suami istri dan ia telah membiarkan Alfi berejakulasi berkali-kali di dalam vaginanya. Kegundahan melanda hatinya. Bagaimana jika terjadi kehamilan? Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Donie?
Mungkinkah Donie masih mau menerimanya dalam keadaan ternoda oleh anak ini? Rasanya tidak mungkin. Meski Donie tukang jajan namun ia tetap menginginkan istrinya masih perawan.
“Bu.. ibu melamun?” lamunannya buyar saat Alfi memanggil namanya.
“I..iyaaa”
“Ibu takut hamil, ya?”
Niken tak menyangka anak ini dapat mengetahui isi hatinya yang gundah. Meskipun demikian ia belum cukup umur untuk mencerna persoalan orang dewasa.
Niken menghela napas lalu mengangguk lemah
“Ibu juga takut soal perawan ibu kan?”Tanya Alfi lagi
“Iya, Kok kamu tahu Fii?”
“Kak Dian juga seperti ibu dulu, sudah gituan sama Alfi lantas wajahnya sedih”
“Ohh begitu ya”
“Gimana kita cari dokter aja kak, biar kakak disembuhin perawannya”
Mendengar ucapan Alfi Niken bangkit dan duduk, lalu ditatapnya bola matanya polos anak itu. Niken jadi teringat akan sahabat karibnya semasa smu dulu Lila yang kini telah menjadi seorang dokter spesialis kandungan. Tak ingin berlarut-larut dalam kebimbangan, ia memutuskan untuk menemui dan meminta bantuan dr.Lila sahabatnya itu.
“kamu anak pintar fii, besok kamu harus temani ibu ke Dokter ya?”
“He e…Alfi temani ibu besok …tapi sekarang Alfi mau itu lagi sama ibu” kata anak itu
“Kamu tidak bosan melakukan itu sama ibu?”
“Alfi ngga bosen… biar Alfi jadi suami selingkuhan ibu nantinya”
“Hi..hii..hiii, kamu memang anak nakalll” ujar Niken geli.
Alfi merebahkan tubuh Niken kembali ke kasur. Niken menurut saat Alfi kembali mengumulinya. Tubuh sintal indah itu kembali menyatu dengan tubuh kecil dan kurus bocah itu. Seakan tiada bosan-bosannya mereka melakukan hal itu berulang-ulang. Pantat Alfi bergerak naik turun dengan cepat, penisnya yang besar sudah berjam-jam bahkan berhari-hari memadati liang senggama Niken. Biarlah urusan itu diselesaikan besok, Malam ini adalah urusan dewa dan dewi cinta pikir Niken dalam hati.
Keesokan sorenya Niken dengan mobilnya ia berangkat ke tempat praktek dr.Lila sahabatnya. Alfi dia ajak, kalau ditinggal di rumah ia kuatir mendadak Donie muncul memergoki Alfi di kamar tidur tanpa busana. Mereka sampai namun belum ada seorangpun di sana. Mereka duduk di sebuah ruang tunggu yang bersih dan nyaman namun agak tersembunyi.
“Fiii…jangan…nanti ada yang liat, ouhhh” Niken mendesah saat tangan nakal Alfi meremas dadanya lembut.
Tubuh wanita itu sudah demikian sensitif terhadap setiap sentuhan Alfi. Tubuhnya menggeliat. Niken sudah kuatir saat Kepala Alfi sudah mengarah ke dadanya. Namun tiba-tiba terdengar suara sepatu melangkah ke arah mereka dan Alfi segera menghentikan kenakalannya.
“Nien… kamu udah lama nunggu aku?” Lila memanggil nama sahabat karibnya dengan nama panggilan.
Mereka berpelukan hangat.
“Loh Alfi..kamu ngapain disini” ujar dr.Lila
“Kalian sudah saling kenal La?”
“Umm..ya ibu nya Alfi adalah pasienku juga” ujar dr.Lila tergagap berusaha menyembunyikan sesuatu.
“Alfi muridku di SMA tempatku mengajar La. Ia sengaja kuminta menemaniku untuk menemuimu”
“Oh begitu mana Donie Nien? Bukan dia yang mengantar kamu?”
“Donie masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum cuti”
“O ya aku hampir lupa kalian kan akan menikah dua minggu lagi, ayo masuk mumpung pasienku yang lain belum datang”
“Fii.. kamu tunggu di sini ya, ibu masuk dulu”
Lila memeriksa Niken khususnya pada wilayah kewanitaannya. Sesekali ia tersenyum melihat beberapa bekas merah pada dada Niken. Lila sudah sering melihat hal seperti itu pada pasiennya. Pasiennya tidak terbatas pada istri-istri orang berkantong tebal namun juga hampir seluruh pelacur pada lokalisasi X tempat ibunya Alfi bekerja dulu.
Dua puluh menitan Lila memeriksa Niken. Setelah selesai….
“Bagaimana La?” tanya Niken saat itu jantungnya berdetak lebih cepat menunggu jawaban Lila.
Dr.Lila tersenyum-senyum sambil membaca catatan hasil pemeriksaannya.
“Kurasa ngga ada yang perlu dikuatirkan . secara lahiriah kamu sehat Nien dan siap menjalankan pernikahan. Donie tentu sangat berbahagia mempunyai calon istri bertubuh cantik dan sehat sepertimu”
“Hanya itu La?” ujar Niken kurang puas, ia sepertinya tahu ada hal lain yang belum disampaikan Lila kepadanya.
“Baiklah. Sesuai dengan profesiku aku memang dapat mengetahui kondisimu sekarang namun ada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kusampaikan disini mungkin menyangkut hal yang sangat pribadi bagimu”
“La aku ke sini justru ingin tahu darimu tentang kondisiku saat ini?”
“Oke manis, kamu dengar baik-baik ya. Kusimpulkan dalam beberapa hari belakangan ini kamu telah melakukan hubungan seks, bekas-bekasnya terlihat jelas pada dinding vagina yang lecet-lecet dan memar di mulut rahimmu. Bahkan selaput daramu baru robek berarti ini yang pertama. Akhirnya kalian lakukan juga sebelum hari itu datang ya kan? Hanya saja kunilai kalian sudah keterlaluan melakukannya. Aku sarankan beberapa hari ini kalian ‘puasa’ dulu. Beri waktu dirimu recovery. Bagaimana apakah nona puas dengan penjelasanku?”
Deg..Niken tak menjawab, hatinya sungguh gundah mendengar penjelasan dari dr.Lila.
“La, apakah kamu yakin…betul-betul sudah robek?”
“Maksudmu selaput daramu?”
Niken mengangguk
“Ya. Biasanya hubungan intim pertama hanya menyobek satu atau dua sisi selaput dara,
Namun Ini malah robek di tujuh tempat. Kupikir luar biasa juga Donie”
Niken menjadi pucat pasi, kekhawatiran nampak membias jelas pada wajah Niken.
Hal itu terbaca Lila
“Loh kenapa, Tapi bukankah tak ada masalah robek sekarang atau nanti kan? Toh Donie juga yang melakukan.”
“Itu…masalahnya La…”
Lila baru mengerti mengapa sejak datang tak terlihat senyum sedikitpun dari wajah sohibnya ini.
“Maksudmu kamu melakukannya bukan dengan Donie, nien? Loh lantas siapa yang ….?”
Belum selesai pertanyaan dr.Lila, tiba-tiba…
“Udah selesai buuu..?” Alfi masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung duduk di samping Niken.
“Alfi tunggu diluar ya. Ibu masih ingin bicara dengan bu dokter”
Alfi berdiri sebelum menghilang ke balik pintu ia sempat mengecup lembut pipi Niken.
Niken agak jengah, matanya melirik ke arah Lila yang masih bengong.
“Lelaki ituu….” dr.Lila tak ingin menyelesaikan kata-katanya. Ia takut salah omong.
Suasana jadi hening sejenak. Niken berusaha menguasai perasaannya. Sambil menghela napas panjang ia berkata
“Dugaanmu benar La. si Alfi orangnya”
Kembali hening, Lila membuka pembicaraan.
“jika aku boleh tahu apakah anak itu menggunakan pengaman seperti kondom saat kalian melakukannya?”
“Ti..ti..dak, masa bisa hamil? Alfi kan masih anak-anak… la”
“Dalam beberapa kasus beberapa anak spermanya lebih cepat mencapai kesuburan, bahkan di Amerika seorang anak laki-laki berumur 9 tahun kedapatan menghamili teman sepermainannya. Apa kamu dalam masa subur, Nien?”
“y..ya”
“berapa kali ia ber-ejakulasi internal padamu?”
“A..aku tak tahu pasti …mungkin… lebih.. 20 sampai 30 kali-an”
Lila menggeleng-gelengkan kepala, dalam hatinya ia sudah tahu dan mengenal lama anak itu. Lila juga yang memeriksa kesuburan Alfi setahun yang lalu. Saat itu ibunya meminta Lila mengadakan test pada Alfi setelah ada seorang pelacur di lokalisasi X yang sempat dicurigai hamil oleh ulah anak itu.
“apakah aku sudah hamil La?” ujar niken panic
“Belum bisa dipastikan apakan benih Alfi membuahi dirimu karena baru berjalan dua hari yang lalu, kita tunggu hingga masa kamu datang bulan nanti, namun kehamilan mungkin saja terjadi bila pada masa suburmu sperma Alfi bertemu dengan sel telurmu. setetes cairan bening atau cairan pre-cum pun sudah mengandung sperma dalam jumlah kecil dan perlu kamu ketahui ada jutaan sperma dalam satu sendok kecil saja ….. apalagi Alfi sampai ejakulasi berkali-kali.”
“Ohh..Laa..tolong aku harus bagaimana sekarang?” ujar Niken panik, sudut matanya mulai berair.
Lila berusaha mencairkan suasana yang tegang dan membuat Niken tenang, ia sungguh tak ingin perbuatannya menjadi aib yang memalukan bagi keluarganya.
“Oke.. nampaknya kamu sungguh butuh bantuanku”
Lila diam sejenak nampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.
“Baiklah, kita hanya perlu lakukan operasi kecil pada selaput daramu. kemungkin hanya akan memakan waktu kurang lebih 1 jam.” jelas Lila
“Ma..maksudmu aku bisaa…utuh lagi?”
“Tidak begitu, aku hanya perlu menarik sisa yang ditinggalkan Alfi lalu menjahitnya. Aku usahakan agar saat robek di malam pengantinmu masih mengeluarkan darah.”
“Lan..tas bagaimana dengan kehamilanku?”
“Kupikir kamu belum tentu hamil, seperti kataku tadi kita harus menunggu datang bulanmu. toh baru dua bulan lagi kamu akan menikah dengan Donie. Aku pikir kita masih punya banyak waktu dan bisa mengatur hal itu nantinya.”
Tangis Niken meledak setelah mendengar penjelasan Lila, perasaannya lega. Tadi ia sudah benar-benar ketakutan akan akibat dari perbuatannya dan Alfi sekaligus ia pun sungguh tak ingin mengecewakan Donie meskipun lelaki itu brengsek. Lila memeluk sahabatnya itu. Beberapa saat setelah Niken tenang, Dr.Lila berbicara agak serius
“Ok sekarang dengarkan aku. Melihat kondisi selaput daramu yang robek total aku mungkin hanya dapat melakukan operasi satu kali. Untuk itu aku mau kerja samamu. Setelah operasi ini kamu tak dapat lagi berhubungan intim dengan Alfi hingga malam pernikahanmu.”
Niken merenung. Ia sadar ini sungguh tak adil bagi Alfi, namun ia sudah tak punya pilihan lagi. Ia tak ingin pernikahannya dengan Donie gagal.
“Jika demikian aku minta waktu beberapa hari..soalnya aku tak mau Alfi …kecewa”
Lila tersenyum.
“Baiklah aku mengerti. Aku akan menunggu kesiapan dirimu untuk melakukan operasi tersebut.”
“Ma kasih ya La, kamu telah memberiku solusi dari masalahku”
“Tak masalah Nien, aku kan sahabat terbaikmu sejak dulu”
“La..satu lagi pintaku”
“Apa itu?”
“Hanya kamu yang tahu tentang hubunganku dengan Alfi,”
“Tak usah kuatir akan hal itu manis, aku akan menjaganya..hi hi.”
Niken memeluk dan mencium pipi Lila sebelum pergi.
Saat di dalam mobil Niken perlahan menyampaikan semua penjelasan dr.Lila tadi. Alfi menunduk sedih
“Fii kamu ngga usah sedih, Ibu akan tetap menemui kamu setelah ibu resmi menjadi istri pak Doni” ujar Niken. “Yang penting sekarang kita masih punya waktu satu minggu sebelum ibu di ‘perbaiki’ dr.Lila”
“Benar ya bu..”ujar anak itu matanya berbinar-binar gembira.
Niken mengangguk. Lega rasanya semua permasalahannya sudah teratasi kini. Sesampai di rumah. Niken sudah tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Ya.. ia tak dapat menolak Alfi menuntunnya ke kamar dan melucuti semua kain yang melekat ditubuh mereka berdua. Alfi begitu tergesa-gesa saat memasukan penisnya.
“Ssstt..perlahan sayang..ibu tak akan kemana-kemana kok…” bisik wanita itu.
Wanita itu mengerti jika saat ini Alfi takut sekali kehilangan dirinya, mengingat beberapa hari lagi mereka akan segera berpisah. Tak ada penyesalan dalam hatinya segalanya kini telah ia serahkan bagi Alfi termasuk hatinya. Dua menit berselang wanita itu sudah dalam genjotan ganas bocah lalu memekik nikmat ketika orgasme melanda dirinya berulang-ulang. Mereka melakukannya berulang-ulang hingga tengah malam. Beruntung bagi mereka tadi Doni sempat menelpon bahwa ia harus berangkat ke luar kota.
Dua bulan kemudian, pagi hari setelah malam resepsi pernikahan.
Di dalam kamar pengantin, lagu ‘malaikat juga tau’ sedang mengalun lembut. Donie terbaring dalam kepuasan, sesekali mengecup kening pengantinnya yang cantik yang tertidur bak seorang putri.
“terima kasih manis kamu telah mempersembahkan yang terbaik padaku”
tak sia-sia semalam ia berjuang satu jam-an untuk menembus selaput dara Niken. Pekik kesakitan istrinya semalam dan noda darah di sprey sungguh membuatnya bangga. Meski ia hanya mampu bertahan kurang dari satu menitan di dalam kuluman vagina istrinya tanpa sekalipun memberi orgasme. Saat syair lagu telah sampai pada….’malaikat juga tau siapa yang jadi juaranya…"Sementara itu Niken dalam tidurnya tersenyum dan berbisik lirih “Al..fiii…….”